Cari Dokter
Masuki Tahun Dua Peroleh Akredeitasi, RSUD Kajen Jalani Survei Verifikasi Akreditasi

Masuki Tahun Dua Peroleh Akredeitasi, RSUD Kajen Jalani Survei Verifikasi Akreditasi

KAJEN – RSUD Kajen kembali menjalani survei verifikasi akreditasi. Di mana tahun sebelumnya rumah sakit milik pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan ini telah meraih akreditasi paripurna bintang lima.

Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan mengatakan, akreditasi rumah sakit adalah pengakuan terhadap rumah sakit yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara akreditas yang ditetapkan oleh menteri kesehatan.

“Rumah sakit wajib melakukan akreditasi dalam upayanya meningkatkan mutu pelayanan secara berkala setiap tiga tahun sekali. Dan dilakukan survei setiap setahun sekali. Hal ini sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 40 tahun 2009 tentang rumah sakit pasal 40 ayat 1 yang menyatakan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi sesuai aturan berlaku. Akreditasi berlaku bagi semua rumah sakit baik swasta maupun negeri,” katanya, Senin (19/2).

Menurutnya, mempertahankan gelar akreditasi paripurna bintang lima memang lebih sulit dibandingkan meraihnya. Untuk itu, survei verifikasi akreditasi ini adalah untuk memastikan RSUD Kajen berjalan sesuai dengan rel yang benar. “Alhamdulillah rekomendasi yang diberikan tidak banyak, sehingga surveyor lebih mudah melaksanakan tugasny. Adapun beberapa item yang dilakukan survei verifikasi, di antaranya apakah RSUD Kajen sudah memenuhi izin operasionalnya, dan kami bersyukur semua data sudah terpenuhi,” paparnya.

“Proses survei verifikasi tahun kedua ini adalah salah satu bentuk upaya peningkatan mutu rumah sakit dengan melaksanakan perbaikkan program strategis (PPS) sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yang telah dib erikan sesuai kekurangan yang ditemukan pada survei akreditasi pada Mei 2016 dan survei verifikasi tahun pertama pada Februari 2017,” sambung dia.

Survei tahun kedua ini, jelas Dwi Arie Gunawan, dilakukan oleh surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit, Dr Djoko Trihadi L Subagyo, SpPD FCCP. Harapannya setelah survei ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan di RSUD Kajen dan sekaligus sebagai alat pencegahan terjadinya kasus malpraktik karena dalam menjalankan tugas pokok fungsi dan kewenangan sudah sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO). Akreditasi bagi rumah sakit, tandas Dwi Arie, adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pelindungan kepada masyarakat sebagai jasa layanan rumah sakit. (Tim)

0 Komentar