Pasien Gawat Darurat Tidak Boleh Ditolak, Open House RSUD Kajen

Pasien Gawat Darurat Tidak Boleh Ditolak, Open House RSUD Kajen

KAJEN – Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan menegaskan pasien gawat darurat tidak boleh ditolak. Demikian dia tegaskan di sela-sela acara pembukaan open house rumah sakit tersebut yang digelar 18-24 Agustus 2018, di aula RSUD Kajen, di depan peserta kegiatan itu, Sabtu (18/8).
“Pasien gawat darurat harus tida boleh ditolak. Pasien gawat darurat diterima dulu dan ditangani, persoalan kemudian apakah harus dilakukan rujukan ke rumah sakit lain, itu setelah diterima dan dilakukan penanganan awal dan hasil pemeriksaannya seperti apa? Yang paling penting diterima dan ditangani dulu,” tandas dia.
Pada kesempatan itu, sang direktur mendapatkan masukan informasi dari petugas kesehatan di Talun, yaitu terdapat pasien harus menunggu selama satu jam lebih di mobil ambulance. Padahal sang pasien itu hendak melangsungkan persalinan.
Atas masukan informasi tersebut, Direktur RSUD Kajen Dwi Arie Gunawan mengucapkan terimakasih serta akan melakukan audit penanganan terhadap pasien tersebut apakah terdapat kesalahan SOP. Menurutnya, audit tersebut bukan untuk mencari kesalahan orang lain, tapi sebagai bahan masukan agar RSUD Kajen lebih baik pelayanannya kedepan, hasil audit ini juga akan ditindalanjuti.
Sebagai bentuk memberikan kemudahan pelayanan serta memuliakan pasien dalam kondisi khusus, seperti tidak bisa berjalan usai operasi atau semacamnya, rumah sakit telah menyediakan pelayanan mobil ambulance secara gratis. Mobil jenazah juga disediakan secara gratis. “Alhamdulillah yang memanfaatkan layanan itu sampai saat ini baru sepeluh persen saja,” kata dia.
Kepala Ruang Ponek pada RSUD Kajen, Zamronah di hadapan para peserta menerangkankan mengenai sistem dan tata cara rujukan pasien. Menurut dia, secara umum rujukan dilakukan apabila tenaga dan perlengkapan di suatu fasilitas kesehatan tidak menatalaksana komplikasi yang mungkin terjadi. Kemudian dalam pelayanan kesehatan maternal dan perinatal terdapat dua alasan untuk merujuk ibu hamil yaitu ketika ibu dan atau janin yang dikandungnya terdapat masalah.
“Ada beberapa sifat rujukan ibu hamil dan bayi, pertama adalah rujukan kegawatdaruratan kedua rujukan berencana. Rujukan sebaiknya tidak dilakukan apabila kondisi ibu atau bayi tidak stabil untuk dipindahkan, kondisi janin tidak stabil dan terancam terus memburuk, tidak ada tenaga terampil yang mendampingi, kondisi cuaca atau moralitas transportasi membahayakan dan persalinan sudah akan terjadi,” papar dia.
Sebagaimana berita sebelumnya, untuk kesekian kalinya RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan mengadakan acara open houese. Event yang menyerap aspirasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat kaitan dengan upaya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut bakal diadakan pada 18-24 Agustus 218.
Open house RSUD Kajen yang  diadakan ini untuk memeriahkan HUT RSUD Kajen ke-13 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 395 tahun. Adapun tema yang diusung dalam acara tersebut adalah ‘RSUD Kajen Berbagi Menuju Rumah Sakit Gratis Kabupaten Pekalongan’. (Tim)
0 Komentar