Cari Dokter
RSUD Kajen Deklarasikan Pengendalian Resistensi Antibiotik

RSUD Kajen Deklarasikan Pengendalian Resistensi Antibiotik

KAJEN – Jajaran RSUD Kajen mendeklarasikan komitmen terhadap pengendalian resistensi antibiotik. Pengucapan deklarasi tersebut dipimpin oleh dokter Jatiningsih, di aula RSUD Kajen di sela-sela acara In House Training Program Pengendalian Resisten Antimikroba, Kamis (15/11).
Direktur RSUD Kajen, Dwi Arie Gunawan menyampaikan, penggunaan obat antibiotik sekarang tidak bisa sembarangan. Penggunaannya, kata dia, terdapat standarisasinya atau aturan sesuai indikasi tata kelola yang ada. Rumah sakit saat ini juga harus mempertimbangkan kendali mutu dan kendali biaya, terutama soal mengutamakan keselamatan pasien.
“Penggunaan antibiotik seperti pedang bermata dua bisa bersifat positif bisa bersifat negatif. Untuk penggunaannya harus rasional dan sesuai indikasi tata kelola. ┬áRisiko penggunaan antibiotik berlebihan bisa ┬ámengakibatkan kuman kebal terhadap penyakit dan bisa juga sampai meninggal dunia,” kata dia.
“Dokter mulai saat ini tidak boleh sembarangan memberikan antibiotik. Pemberian antibiotik harus tepat dosis, tepat sasaran, tepat jenis dan waktu. Selama ini penggunaan antibiotik belum ada standarisasinya. Program pengendalian resisten antimikroba (PPRA) ini dalam rangka menyandarasisasi penggunaan antibiotik di RSUD Kajen. Ini juga bagian dari salah satu item yang masuk dalam penilaian akreditasi rumah sakit versi terbaru,” jelasnya.
Pelatihan Program pengendalian resisten antimikroba (PPRA) menghadirkan narasumber salah satu dokter spesialis Mikroba Klinik yaitu dokter Ridho Wahyuutomo. Sang dokter tersebut telah memberikan pelatihan serupa di sejumlah rumah sakit di Indonesia. (Tim)
0 Komentar