Cari Dokter
RSUD Kajen Tidak Tolak Pasien, Pelayanan IGD Sesuai SPO

RSUD Kajen Tidak Tolak Pasien, Pelayanan IGD Sesuai SPO

KAJEN – RSUD Kajen membantah telah menolak pasien untuk rawat inap. Pelayanan di ruang instalasi gawat darurat dilakukan sesuai prosedur yang ada. Demikian ditegaskan oleh Direktur RSUD Kajen, Amrozi Taufik, Selasa (8/10).
Sebagaimana telah dikabarkan, RSUD Kajen menolak pasien BPJS untuk rawat inap di rumah sakit tersebut, adapun pasien itu atas nama  Badriyah (57)  asal Dukuh Sontel Desa Legokkalong Rt 2 RW 8 Kecamatan Karanganyar.  Pasalnya korban diduga ditolak oleh pihak rumah sakit saat sakit perut padahal pihak keluarga minta untuk  dirawat.
Di hadapan para awak media dalam pers konferen Direktur RSUD Kajen, Amrozi Taufik menjelaskan, sehubungan permasalahan di atas, pasien atas datang ke RSUD Kajen pada Jumat 4 Oktober 2019 pukul 13.00 dengan keluhan nyeri seluruh badan dan perut.
“Pasien ditangani doketer. Ketika dilakukan pemeriksaan kondisi pasien normal dengan tensi 120/80, nadi 88 kali per menit, suhu 37 derajat celcius. Juga dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu hasilnya 112. Pasien ini punya riwayat kencing manis. Setelah dilakukan observasi pasien selama satu jam,” katanya.
“Setelah dilakukan observasi pasien masih mengeluhkan nyeri perut. Kemudian pasien diberi suntikan antinyeri dan pelindung lambung. Berdasarkan asesment petugas rumah sakit kondisi pasien tidak masuk kondisi gawat darurat. Kemudian pasien diberi obat untuk dibawa pulang. Dokter juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien agar pasien tidak telat makan, meminum obat teratur serta menghindari makanan pedas dan asam. Apabila makin lemas segera dibawa ke rumah sakit,” sambungnya.
Berdasarkan Perpres nomor 12 pasal 25 huruf b pelayanan tidak dijamin adalah pelayanan yang dilakukan difasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan kecuali dalam kondisi gawat darurat. Oleh karena itu jika pasien tidak dalam kondisi gawat darurat, maka biaya pelayanan pasien tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Kemudian pada Sabtu 5 Oktober dini hari, lanjut Direktur RSUD Kajen, pasien datang kembali pada pukul 01.30 keluarga pasien ke RSUD Kajen, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Ketika pasien pulang pada Jumat 4 Oktober 2019 masih sadar, masih sehat dan sudah dilakukan penanganan berupa pemeriksaan sampai pemberian obat,” ujarnya.
Ditegaskan, petugas RSUD Kajen dalam melaksanakan pelayanan berpegang pada prosedur yang ada di rumah sakit. RSUD Kajen, tidak menolak pasien. Kondisi pasien tersebut tidak masuk dalam kondisi gawat darurat. “Kami tidak menolak pasien, petugas menjalankan tugasnya sesuai prosedur di sini (RSUD Kajen, red),” tandas dia. (Tim)
0 Komentar